Ebook gratis tentang hukum


 

Get this from a library! Hukum perkawinan di Indonesia. [Wirjono Prodjodikoro]. PERS HUKUM ADATDAL HUKUM ADAT DALAM PERSPEKTI F PEKTI HUKUM NASIONAL FHUKUM NAS Ai riSaf rij al, S.H.,M. H AM Ai I ONAL Penul riSaf i s. Semua judul ebook yg kami cantumkan merupakan ebook yg sudah tersedia secara gratis/bisa didownload secara cuma-cuma di internet yg terdapat dibeberapa situs ebook seperti Pengantar ilmu Hukum tata negara Jilid I, Prof. Dr. Jimly.

Author:ALEIDA MICHELLE
Language:English, Spanish, Arabic
Country:Qatar
Genre:Science & Research
Pages:345
Published (Last):08.12.2015
ISBN:867-2-46411-890-5
Distribution:Free* [*Registration Required]
Uploaded by: LOUELLA

73330 downloads 169490 Views 13.69MB ePub Size Report


Ebook Gratis Tentang Hukum

Code: HAD p. Author: Hadikusuma, H. Hilman. Publisher: Bandung: Citra Aditya Bakti. Year: Stock: 1 eks. Indeks Page: eks. Information. Publisher: jakarta: Pembimbing Masa (PT). Year: Stock: 2 eks. Indeks Page: eks. Information: hlm 23 cm eks. 1. HUKUM ASURANSI. I. Judul. Code: GAU p. Author: Gautama, S. Publisher: Bandung: Binacipta. Year: Stock: 2 eks. Indeks Page: eks. Information: x, hlm.: il.; 21 cm.

Mar 24, Rizal Nova Mujahid rated it liked it Saya yakin semua yang pernah belajar Hukum Perjanjian di Indonesia akan membuka dan membaca halaman demi halaman buku ini. Pembahasan tentang perjanjiannya sangat komprehensif, jelas, dan klasik. Dan ini hebatnya. Walaupun bisa dikatakan ini buku klasik, namun tidak seperti buku teks lainnya yang melulu teori, buku ini disertai contoh-contoh kasus dan penempatannya dalam hukum serta cara penyelesaiannya. Pantas jika buku ini dijadikan rujukan pertama untuk memahami hukum perjanjian. Tentu saja t Saya yakin semua yang pernah belajar Hukum Perjanjian di Indonesia akan membuka dan membaca halaman demi halaman buku ini. Tentu saja tidak ada yang sempurna di dunia, pun buku ini pasti memiliki celah dan kekurangan. Sengaja tidak saya tuliskan di sini, cari sendiri, ya. Semoga berkenan, bermanfaat, dan menggugah keinginan teman-teman untuk membaca buku ini. Suatu kesepakatan lahir ketika ada seseorang yang berjanji pada orang lain atau dua orang itu saling berjanji untuk melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu hal. Dari sini timbulah suatu hubungan perikatan antara kedua orang itu. Adapun yang dimaksud dengan perikatan ialah suatu hubungan hukum antara dua orang atau dua pihak, yang satu berhak menuntut pada pihak lain dan yang dituntut wajib memenuhi tuntutan itu. Jika dua orang mengadakan perjanjian, maksudnya, di antara mereka berlaku suatu perikatan hukum, sungguh-sungguh terikat satu sama lain karena janji yang telah mereka buat. Perikatan baru putus kalau janji sudah terpenuhi. Bila dalam perjanjian itu, masing-masing pihak hanya terdiri dari satu orang, sedangkan sesuatu yang dapat dituntut hanya berupa satu hal, dan penuntutan itu dapat dilakukan seketika, perikatan itu disebut perikatan murni.

Pengantar Hukum Internasional

Dalam perikatan ini, debitur bebas menyerahkan salah satu dari sekian barang yang disebutkan dalam perjanjian. Dengan syarat tidak mengurangi hakikat barang yang diserahkan. Hak memilih ada pada debitur, kecuali disebutkan sebaliknya dalam perjanjian.

Perikatan tanggung menanggung atau tanggung renteng.

Jika salah satu pihak—baik kreditor maupun debitur—terdiri dari beberapa orang, dan pihak yang lain berhak menuntut prestasi secara utuh dari satu orang saja, maka perikatan ini disebut perikatan tanggung menanggung. Perikatan yang dapat dibagi dan yang tidak dapat dibagi. Adalah prestasinya yang dapat atau tidak dapat dibagi menurut imbangan dan pembagian itu tidak boleh mengurangi hakikat prestasi itu.

Perikatan dengan ancaman hukuman. Jika disebutkan adanya kewajiban melakukan sesuatu bila perikatan tidak terpenuhi, sebagai jaminan pelaksanaan perikatan, maka inilah yang dinamai perikatan dengan ancaman hukuman. Penetapan hukuman ini dimaksud sebagai ganti rugi karena tidak dipenuhi atau dilanggarnya suatu perikatan.

Perjanjian juga harus menganut sistem terbuka dan konsensualisme. Terbuka, berarti memiliki asas kebebasan untuk membuat perjanjian. Bebas membuat undang-undang bagi diri kita sendiri.

Sedang konsenualisme, berarti perjanjian sudah sah apabila para pihak yang mengikat diri dalam perjanjian itu sudah mencapai kesepakatan tentang hal yang pokok dan tidak diperlukan suatu formalitas. Suatu perjanjian dikatakan sah jika memenuhi empat persyaratan. Kedua subjek yang mengadakan perjanjian harus bersepakat, setuju, atau seia-sekata mengenai hal-hal yang pokok dari perjanjian yang diadakan.

Semua orang yang sudah dewasa dan sehat pikirannya, dianggap cakap menurut hukum. Mengenai suatu hal tertentu. Tentang apa yang dijanjikan, hak serta kewajiban kedua pihak. Sebab yang halal. Isi perjanjian itu sendiri tidak boleh melanggar norma.

Syarat pertama dan kedua adalah syarat subjektif.

Artinya, jika kedua atau salah satu syarat itu tidak terpenuhi maka suatu perjanjian bisa dimintakan pembatalannya di pengadilan. Sedang syarat ketiga dan keempat merupakan syarat objektif.

Jika salah satunya atau keduanya tidak terpenuhi, maka perjanjian batal secara hukum. Perjanjian juga harus diberikan secara bebas.

Tidak boleh terjadi paksaan secara psikologis atau rohani, tidak dalam keadaan khilaf, serta tidak terjadi karena penipuan. Jika perjanjian tidak dilakukan secara bebas, maka bisa dimintakan pembatalan di pengadilan. Kembali pada asas konsensualisme.

Print Version

Dikatakan bahwa perjanjian terjadi ketika terjadi kesepakatan. Bisa juga diartikan bahwa perjanjian lahir pada saat diterimanya penawaran. Tempat tinggal pihak yang mengadakan penawaran, jika tidak disebutkan sebaliknya, secara umum dianggap sebagai tempat lahir atau ditutupnya suatu perjanjian. Dalam perjanjian dikenal juga asas kepribadian, ialah tidak ada seorang pun dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkan suatu janji, kecuali hanya untuk dirinya sendiri. Dengan demikian, suatu perjanjian hanya mengikat orang-orang yang mengadakan perjanjian itu sendiri, bukan orang lain.

Terkadang juga dicampurkan dalam hidangan nasi pulut ketan bersama santan. Dari berbagai manfaat durian di atas, ternyata masih menyisakan masalah, yaitu kulitnya yang menjadi hiasan perusak mata dan pemandangan. Oleh karena itu, tercetuslah ide pengelolaan kulit durian ini sebagai bahan utama pembuatan briket.

Resume buku sosiologi hukum

Briket yang sering diproduksi adalah briket batubara. Dewasa ini telah banyak percobaan pembuatan briket berbahan sisi-sisa sampah dan bahan organik. Salah satunya, pembuatan briket berbahan kulit durian. Selain mengurangi polusi yang ditimbulkan berupa sampah yang hanya bertumpuk ditempat sampah, usaha ini juga bisa menghasilkan nilai ekonomis yang cukup menguntungkan sebagai pengganti bahan bakar minyak tanah atau gas. Caranya cukup sederhana pertama, siapkan peralatan seperti pisau atau pemotong, drum bekas, saringan atau ayakan, pengaduk, penumbuk, cetakan baskom, dan seng untuk penjemuran.

Kemudian siapkan juga bahannya seperti kulit durian, ranting atau jerami, tepung kaji dan air. Setelah peralatan dan bahannya tersedia, potong atau cacah kulit durian untuk memudahkan proses pembakaran. Selanjutnya jemur kulit durian di bawah panas matahari dengan alas seng agar proses pengeringan lebih cepat. Masukan ranting atau jerami ke dalam drum terlebih dahulu. Berikutnya masukan kulit durian yang telah dijemur tadi.

Jangan menumpuknya terlalu tebal. Bakar tumpukan jerami dan durian tersebut. Tutuplah dengan menggunakan penutup yang ujungnya dilubangi sedikit agar pembakaran merata. Ketika pembakaran tidak lagi mengeluarkan asap, bukalah penutup tersebut. Aduk-aduk dan pastikan tumpukan kulit durian dan jerami telah menjadi arang.

Pastikan proses pembakarannya tidak berlangsung terlalu lama. Angkat dan pisahkan tumpukan yang telah menjadi arang. Kemudian tumbuklah arang tersebut hingga halus.

Related articles:


Copyright © 2019 terney.info.
DMCA |Contact Us